Cerita dari Seorang Penggemar Xenogears

Juni 4, 2009

Training Safety: Fire Fighter

Hai Temans,

Sebenarnya malam ini aq rada malas, bingung mw lakukan apa. Aq punya banyak tugas sich sebenarnya, tp karena banyak nya jadi bingung mw kerjain yang mana duluan. ehh.. bawaan nya jadi males dechh.. tp dari pada males, mendingan aq coba ceritakan pengalaman ku hari ini ya.. Hari ini aq training FIRE FIGHTER namanya. wah.. pokok nya seru abis deh. OK aq langsung aja ya..

FIRE FIGHTER

kebakaranTemans, dari judul nya mungkin terkesan seperti gelar buat seorang pahlawan ya… contohnya street fighter, single fighter, fighter-fighter lain nya.. wuiiihh.. pokoknya bingung dehh.. :-). Nah bahasa indonesia nya itu Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran. trus klo bahasa bataknya apa ya??? (bingung mode: on)

TAHUKAH KAMU apa itu defenisi kebakaran??? (bahasa jerman nya: AHA DO LAPATAN NA KEBAKARAN??)

**Kebakaran adalah api yang tidak terkontrol pada suatu benda dan biasanya mengakibatkan kerugian harta benda dan bisa juga membawa korban jiwa, sehingga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Nah kalau bicara tentang kebakaran/api, maka tidak lepas dari faktor pembentuk nya, yaitu PANAS, OXYGEN, BAHAN BAKAR. silahkan lihat gambar segitiga api dibawah ini:

segitiga api

Nah, jadi sebenarnya sangat gampang untuk mematikan titik api. Yaitu dengan cara mengilangkan salah satu faktor pembentuk diatas. THAT’S THE POINT… misalkan kita menyiram api dengan air untuk menghilangkan PANAS.

Kebakaran dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kelas yaitu Kelas A, B, C, dan D. Dari masing-masing kelas ini memiliki alat pemadamnya sendiri. Alat pemadam yang di perkenalkan tadi adalah Alat pemadam kebakaran jenis CO2, powder, dan Vulcan. selain itu diperkenalkan juga fire blanket yang digunakan untuk menutup sumber api yang cukup besar. Berikut ini akan saya jelaskan mengenai klasifikasi nya serta alat pemadam yang efisien terhadap masing-masing kelas.

  1. Kelas A –> biasanya diakibatkan oleh benda yang dapat terbakar. Cth: Kayu, Plastik, Kertas, dll. Alat pemadam kebakaran yang efisien adalah dengan menggunakan Air dan bahan kimia kering.
  2. Kelas B –> biasanya diakibatkan oleh cairan yang mudah terbakar. Cth: Bensin, Solar, Tiner, dll. Alat pemadam kebakaran yang efisien adalah dengan menggunakan CO2 dan bahan kimia kering.
  3. Kelas C –> biasanya diakibatkan oleh listrik, Cth: Transformator, MCB, MCCB, dll. Alat pemadam kebakaran yang efisien adalah dengan menggunakan CO2 dan serbuk kimia kering
  4. Kelas D –> biasanya diakibatkan oleh bahan metal yang dapat terbakar. Cth: Magnesium, Zinc, dll. Alat pemadam kebakaran yang efisien adalah dengan cara ditimbun

Mungkin banyak dari temans yang belum mengetahui bagaimana untuk menggunakan tabung alat pemadam kebakaran?? aq rasa hal ini perlu di publikasikan kepada audience.

Hal yang perlu diingat adalah TATA–> Tarik PIN pengaman-Arahkan nozle-Tekan Tuas-Ayunkan

Tadi kan aq sudah jelaskan faktor pembentuk dan klasifikasi kebakaran. sekarang aq mw tanya, kira-kira apa sich yang menyebabkan kebakaran???

jawab nya ada disini:

1. Faktor Manusia, Cth: Kurangnya pengetahuan akan bahaya kebakaran, kurang berhati-hati, dll

2. Faktor Peralatan, Cth: Fitting listrik yang kurang baik, mesin yang sudah batas umurnya tapi tetap digunakan, dll

3. Faktor Peristiwa Alam, Cth: Gempa bumi, letusan gunung berapi, cuaca panas, listrik statis, dll

4. Faktor Penyalaan Sendiri, Cth: Bahan-bahan kimia yang disimpan di gudang penyimpanan, gudang bahan peledak.

Nah, semua jenis klasifikasi, faktor penyebab, faktor pembentuk dan alat pemadam yang efisien sudah kita bahas di atas. Nah sekarang jika TERJADI KEBAKARAN, apa yang harus KAMU LAKUKAN?

  1. JANGAN PANIK.. itu yang pertama dan utama. Karena jika kita panik, maka kita tidak akan tahu apa yang akan kita lakukan. Cobalah untuk tetap berpikir Logis.
  2. ISOLASI DAERAH dan PERINGATKAN ORANG SEKITAR. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya tindakan kriminal. Kalau di kota besar biasanya jika terjadi kebakaran, orang-orang malah senang karena ada kesempatan untuk menjarah.. hahahah…
  3. COBA PADAMKAN API. INGAT!!! jangan sekali-kali anda semprotkan alat pemadam ke LIDAH API, karena usaha anda akan sia-sia, tp fokuskan lah pada TITIK API nya. Kemudian hal yang harus diperhatikan lagi adalah pastikan kita berada diantara API dan PINTU KELUAR yang bebas dari hambatan.
  4. JIKA API SANGAT BESAR DAN TIDAK TERKONTROL, maka panggilah bantuan dan tinggalkan tempat tersebut.

Nah, semuanya sudah kita bahas dech, sekarang saat nya GALERI PHOTO ORANG JELEK… Enjoy..

100_2888 100_2887 100_2882 100_2880

 

 

 

 

100_2879 100_2862 100_2853 100_2842

 

 

 

 

100_2839 100_2833 100_2830 100_2829

 

 

 

 

100_2826

Iklan

Mei 27, 2009

Training Safety Investigation

Filed under: Pengetahuan / Knowledge — Daut Sihombing @ 9:08 am
Tags: , , , ,

Hai semua temans… capek juga hari ini seharian cuma training..

o ia, aq pengen berbagi apa yang sudah kudapat dari training itu. Training nya tentang INVESTIGASI.. tau g bedanya investigasi yang dilakukan oleh polisi negara dengan polisi nya perusahaan (sering disebut sebagai departemen safety)… heheh.. 🙂

Training ini menurutku sangat berguna, apalagi bagi temans (merupakan bentuk jamak dari Teman.. ehhee) yang bekerja di perusahaan pertambangan. Dimana-mana setiap perusahaan pasti mengutamakan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), jadi hal ini perlu sekali sehingga kecelakaan yang sama bisa diatasi, minimal dapat diperkecil efek nya.

Bedanya adalah… Kalau anda di investigasi oleh polisi, maka ada kemungkinan anda akan berubah dari saksi menjadi tersangka.. heheh.. itu sih kata instruktur saya.. :-D.. Selain itu, tidak ada rekomendasi yang dikeluarkan sebagai solusi dari sebuah masalah..

Nah.. kalau di polisi perusahaan (safety) Investigasi dilakukan bukan untuk menyalahkan seseorang, melainkan untuk menjadikan kejadian yang negatif menjadi kesempatan yang positif…. bingung g???? sebenarnya aq juga diawalnya bingung. nah.. tp setelah lama kelamaan di ikuti, baru lah aq mulai paham. Temans juga pasti akan mengerti.. jadi jangan tanggung-tanggung baca tulisannya ya..

APA ITU INVESTIGASI???? seperti yang telah dipaparkan diatas bahwa unsur pembentuk investigasi adalah karena adanya kejadian yang negatif. dalam hal ini adalah kecelakaan. APA UKURAN SUATU KEJADIAN DISEBUT SEBAGAI KECELAKAAN???? Jika kejadian tersebut menimbulkan hal-hal yang negatif seperti luka, sakit, kerugian materi, kerugian produksi, kehilangan alat, kerusakan alat, pelanggaran keamanan dan lain sebagainya… kebayang g ya bahkan yang namanya di cubit juga sudah disebut kecelakaan. hehehe… 😀

Dengan adanya investigasi, diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang dinilai akan mengatasi akar penyebab dari sebuah kecelakaan, sehingga kecelakaan yang sama tidak terulang.

Jenis-Jenis Penyebab Antara lain:

1. Manusia, contoh: tergesa-gesa, alkohol dan minuman keras, pelanggaran aturan, inisiatif yang salah

2. Lingkungan, contoh: Hujan, berbatu, gempa, kontaminasi kebersihan dll

3. Peralatan, contoh : Pengoperasian yang tidak normal, maintenance, guard and barier, Alat pelindung Diri / APD, dll

4. Prosedur, contoh: Identifikasi bahaya, Perizinan, prosedur, Job Safety Analysis

5. Organisasi, contoh: Pertanggung gugatan, penggantian managemen

Nah saya rasa temans semua sudah mengerti bagaimana jenis-jenis penyebab diatas dapat menimbulkan kecelakaan. Nah sekarang kita bahas, Bagaimana Jika sudah terjadi Kecelakaan??

Beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan ketika terjadi kecelakaan:

Tanya: KAPAN KITA MELAPORKAN KECELAKAAN???

Jawab: Secepatnya dan selambat-lambatnya 48 jam setelah kejadian.

Tanya: KEPADA SIAPA KITA MELAPORKAN KECELAKAAN???

Jawab: Kepada Atasan Langsung atau Field Supervisor yang ada di Lapangan

Tanya: APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN PADA SAAT INVESTIGASI JIKA TERJADI KECELAKAAN???

Jawab:

1. Dapatkan Gambaran Singkat situasinya dari saksi-saksi dan korban

2. Teliti tempat kejadian, carilah sesuatu yang bisa membantu anda untuk memahami apa yang telah terjadi seperti: penyok, retakan, goresan, sobekan dan lainnya. jika pada peralatan, yang perlu diteliti adalah jejak ban, jejak kaki, tumpahan atau kebocoran.

3. Buatlah gambar/sketsa tempat kejadian. Hal ini juga sering dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menangani kasus berat, dan digunakan untuk rekonstruksi kejadian

4. Tandai lokasi dari semua benda yang berhubungan. INGAT!! Segala sesuatu yang ada dari tempat kejadian boleh diambil dan harus disimpan untuk penelitian selanjutnya

5. Tuliskan jarak, ukuran, tekanan, dan temperatur

6. Lakukan wawancara lanjutan terhadap orang yang terluka dan saksi mata lainnya.

Tanya: SETELAH SEMUA INVESTIGASI SELESAI, APA YANG HARUS DILAKUKAN???

Jawab: Buat lah kesimpulan sehingga didapatkan AKAR PENYEBAB mengapa kecelakaan itu terjadi.

Tanya: AKAR PENYEBAB SUDAH DIKETAHUI, APA SELANJUTNYA???

Jawab: Nah jika akar penyebab sudah di ketahui tinggal gampang aja toh… Buatlah suatu REKOMENDASI TINDAKAN PERBAIKAN yang sudah di diskusikan bersama dan sudah disetujui oleh pihak SAFETY dan sudah sesuai dengan standarisasi prosedur. Hal ini lah nanti nya yang membawa KESEMPATAN POSITIF agar kecelakaan yang sama tidak terjadi lagi.

Investigasi harus membangun, dipercaya dan tepat pada waktunya. Ingat bahwa seorang investigator mencoba menetapkan penyebab-penyebab terjadinya kecelakaan dan bagaimana tindakan perbaikan yang harus dilakukan berikutnya untuk mencegah kejadian yang sama bukan untuk mencari kesalahan atau mempersalahkan karyawan.

Jika investigasi tersebut terkesan bermusuhan atau cenderung menyalahkan, maka proses nya akan menjadi lebih sulit karena karyawan tidak mau disalahkan. Nah.. klo hal ini terjadi, diharapkan menggunakan pendekatan yang lebih membangun dan berfokus pada mencari tindakan perbaikan yang dapat dilakukan.

Nah.. ini dulu cerita dari saya.. dibawah ini dilampirkan foto-fotonya… ehehhe

100_2718   100_2719  100_2720 

100_2721   100_2722  100_2723 

100_2724  100_2725  100_2726